Rambusa, Tanaman Liar Yang Bisa Dikonsumsi

Passiflora foetida L

Di sebelah rumah pekebundodol ada tanaman menjalar yang bunga dan buahnya sangat menarik. Kelopak bunganya berwarna putih, tengahnya kuning ada semburat ungunya dan putiknya warna hijau. Warna-warni banget kan. Dan buahnya berwarna kuning cukup mencolok. Nah yang bikin gemes, buahnya seperti dilindungi duri-duri, tapi ternyata kalau dipegang durinya ga tajam malah bertekstur halus cuma rasanya agak lengket aja, dan baunya lumayan menyengat.

Penasaran dong tanaman apakah itu, beracun apa ngga, kira-kira bisa dimakan apa ngga?

Berkat si om Google, akhirnya ketemu juga, ternyata nama tanamannya adalah RAMBUSA.


Rambusa atau Passiflora Foetida punya banyak sebutan lain: ceplukan blungsun, permot, rajutan, kaceprek atau ki leuleu’eur, dan timun dendang atau timun padang.

Kalau julukan itu khusus di Indonesia, di luar negeri juga punya beberapa nama seperti
marya-marya ('Little Mary'), 'kurombot', Running Pop, Love-in-a-mist, Wild Water Lemon, dan Stinking Passionflower karena baunya memang menyengat.


Buah rambusa bisa dimakan, tapi harus yang sudah matang ya, yang warna kulitnya kuning. Buah yang masih hijau jangan dimakan karena beracun.

Isi buah rambusa mirip seperti selasih atau biji buah markisa (ternyata memang sepupuan sama markisa). Rasanya juga menurut saya mirip, yaitu terasa manis dengan sedikit asam. Kalau dicium, baunya malah agak mirip buah kweni.

Dari hasil penelusuran Google, rambusa berjenis tanaman annual atau tanaman abadi yang bisa merambat setinggi 1-5 m. Sebagian besar bagian tanaman di atas tanah membawa bulu-bulu glandular khas, yang ujung-ujungnya mengeluarkan substansi berbau khas. Tanaman ini memanjat dengan sulur-sulur, dan menyebar hanya dengan biji.


Buah Rambusa memiliki kandungan polifenol yang tinggi dan kaya akan berbagai nutrisi:
  • asam amino (1097 mg / 100 g total)
  • mineral (595,75 mg / 100 g total), dan
  • asam lemak tak jenuh (74,18 g / 100 g total lemak). 
Tak cuma buahnya saja yang bisa dimanfaatkan tapi juga daunnya dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti diare, saluran usus, tenggorokan, infeksi telinga, demam, dan penyakit kulit (dosis dan cara pengolahan silahkan dicari tahu lebih lanjut ya).

Tanaman rambusa juga kadang ditanam sebagai hiasan pagar atau untuk menutup tanah dan melindungi tanah dari ancaman erosi.

Yak itulah selintas artikel tentang tanaman passiflora foetida atau rambusa.

Kalau teman-teman ingin menanam rambusa, ada yang menjual benihnya secara online. Atau cobalah jalan-jalan ke lingkungan sekitar mungkin ada rambusa liar yang bisa diambil bijinya.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan selamat berkebun!

Sumber Info Nutrisi:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29463053

0 Response to "Rambusa, Tanaman Liar Yang Bisa Dikonsumsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel